Sebuah Pesan Dari Nia Dinata

Arisan! 2 (2011)

Sutradara/Penulis: Nia Dinata

Produksi: Kalyana Shira Films

 

Masih ingat dengan Arisan! ? Sebuah film yang menurut saya adalah sebuah fenomena di kancah perfilman Indonesia. Sebuah film yang berani dengan tema yang saat itu belum ada yang mau mengangkatnya. Ditangan Nia Dinata dan bersama penulis Joko Anwar, Arisan! Menjadi film yang solid, yang bisa saya berikan predikat salah satu film Indonesia terbaik yang pernah dibuat sineas kita dan salah satu film yang memorable untuk saya sendiri. Delapan tahun telah berlalu, Nia Dinata kembali dengan sequel Arisan! Dan disini ia berdiri sendiri. Tidak bersama Joko Anwar dalam penulisan.

            Film dibuka dengan obrolan beberapa orang, mereka yang saya tangkap adalah sosialita di Jakarta, yang tergila-gila akan ketenaran, kecantikan hingga menggunakan Botox. Pembukaan Arisan! 2 seolah member tahu kalau Nia berusaha menonjolkan kritikannya kepada kaum sosialita. Nia mengambil cara yang berbeda, kali ini dengan cara ia sendiri, Nia seakan ingin memperlihatkan semua tentang sosialita, walau saya sendiri belum tau apakah sosialita melakukan hal yang sama seperti film ini.

            Opening Credit Arisan! 2 dibuat gaya yang berbeda, masuk kedalam laut dengan Narasi Memei yang memberi tahu apa saja yang sudah terjadi selama delapan kepada 4 karakter dan juga ia sendiri. Sungguhnya, amat sangat disayangkan, Arisan! 2 adalah sambungan langsung dari serialnya, yang cerita sudah melebar kemana-mana. Dan mungkin hanya sedikit orang yang menonton serialnya dulu, tapi Nia tidak ambil pusing, dengan narasi Meimei semua sudah terwakilkan, penonton awam seperti dicekoki, terima jadi dan langsung diperkenalkan ke Konfik utama film ini, Meimei sendiri.

                        Kritikan yang tak ada habisnya memang menarik untuk dilihat, dari mulai tingkah sosialita yang aneh, pembangunan gedung-gedung di Jakarta hingga Gorengan yang mengunnakan minyak plastic dalam menggorengnya. Benar, Nia seperti kritik habis-habisan dalam Arisan! 2 yang mebuatnya ia lupa akan hubungan dan konflik karakter dalam film ini, konfliknya dibangun sangat dangkal sekali, hanya Meimeil yang punya andil besar, yang merupakan benang merah darisemuanya. Sisanya?

            Penonton tidak diberi tahu hanya dibuat menyimpulkan siapa dia dan kenapa begitu, seperti karakter Andien yang sepertinya hanya tempelan, penghubung semua karakter ini ke sosialita Jakarta, Nia tidak member detail yang jelas, seperti siapa pria yang kerumah andien. Atau siapa ayah dari anak Lita? Kalau benar ayahnya adalah karakte dari Iwet Ramadhan kenapa tak ada penjelasan. Sekali lagi, penonton dibuat menyimpulkan.

            Nino dan Sakti adalah karakter yang menarik, kini mereka berpisah tapi dengan adanya Octa yang menjadi brondong Nino, yang perankan agak menggelikan oleh Rio Dewanto, dan mas Gerry yang menjadi hubungan dengan Sakti . Membuat mereka semakin menjadi complicated. Sayang penyelesaian yang diberikan kepada Nia terlalu mudah bahkan dangkal, hanya dibuat efek ‘begitu saja’.

            Di Arisan! 2 ada tiga karakter baru yang menyenangkan, ada Dokter Tom yang happy membantu Meimei, Dokter Joy yang diperankan oleh Sarah Sechan dengan sangat menarik dan menyenangkan, Ara yang misterius, Molli yang diperankan Adinia Wirasti dengan amat total. Karakter baru rekaan Nia Dinata sangat amat menyenangkan. Pencuri perhatian.

            Dan benang merah dari Arisan! 2 adalah Meimei. Nia Dinata. melalui karakter Meimei seperti ingin menyampaikan pesan kepada penonton, mungkin beberapa orang ini terkesan preachy, tapi bagi saya secara personal, Nia Dinata seperti ingin berkata. Ingin menyebarkan sebuah pesan. Nia menggali pesan itu melalui semua yang berhubungan dengan Memei yang mencari ketenangan spiritual yang ditangkap begitu indah oleh Nia Sendiri. Sebuah ketenangan yang menjadi pesan kepada penonton. Lalu apa pesan itu?  Pesan itu hanya bisa ditemukan ketika saya menempatkan diri saya sebagai Meimei. Dan didalam opini saya, Nia tidak menggurui, ia hanya menyampaikan sesuatu yang penting akan hidup kita. Hidup seorang manusia. Dan dalam hal itu Nia dengan berhasil melakukannya.

            Nia Dinata menangkap semua scene di Arisan! 2 dengan indah, art directionnya juga bagus, tapi ada yang saya pertanyakan seperti kenapa Nia mengambil shot lirikan mata para karakternya? Apa arti dari bahasa visualnya? Apa nia ingin member tahu betapa keriputnya para karakternya? Atau lirikan mata itu penuh arti? Dan satu lagi, Nia seperti senang dengan threesome bukan?

            Jangan lewatkan end credit yang akan membuat saya berpikir, dan membuat saya senyamsenyum juga mengerutkan dahi akan rahasia Dokter Joy, Ara dan Mas Gerry. Nia bermain dengan penonton.

            Mungkin Arisan! 2 dalam struktur cerita tidak semulus Arisan!, namun kembali lagi, Nia Dinata sudah berhasil menangkap semuanya dengan indah. Arisan! 2 bagi saya adalah projek seru-seruan dari seorang Nia Dinata. Ia seperti hanya ingin bermain, tapi dalam permainannya itu ia punya kritik yang tajam juga sebuah pesan. Pesan yang mungkin diinspirasi dari Ibunya. Seperti yang tertulis di end credit. Sebuah pesan yang personal dari seorang Nia Dinata.

Image